Hari Kamis, 19 Juni 2025 menjadi pengalaman baru yang seru sekaligus menantang bagi saya. Untuk pertama kalinya, saya ikut pelatihan digital marketing dan langsung belajar praktek mengedit menggunakan aplikasi Canva. Walaupun sebelumnya saya hanya menggunakan Canva sebagai aplikasi desain yang sering saya gunakan untuk tugas kuliah, hari itu saya akhirnya mencoba membuat konten untuk usaha keluarga, yaitu Kalamai Pulut Hitam Azila.
Pelatihan dimulai dari pengenalan Canva secara dasar. Mulai dari cara membuat akun, mengenal tampilan aplikasinya, sampai memilih template desain yang sesuai dengan kebutuhan. Semuanya dijelaskan secara sederhana dan pelan-pelan, cocok untuk pemula seperti saya yang hanya mengetahui dasar-dasar penggunaan aplikasi desain Canva.
Materi pertama yang kami praktekkan adalah membuat postingan Instagram. Saya memilih desain yang cocok dengan warna khas produk kalamai, yaitu hijau tua. Lalu saya tambahkan gambar produk, tulis nama produk: Kalamai pulut hitam, serta beberapa kalimat promosi postingan seperti “Manisnya Pas, Legitnya Bikin Nagih!”. Rasanya bangga bisa melihat hasil desain sendiri, walau masih sederhana.
Setelah itu, kami belajar membuat Instagram Story. Di sini saya lebih bebas berkreasi karena tampilannya lebih santai, dan saya tambahkan foto yang menarik dan penjelasan sedikit produk. Canva menyediakan banyak fitur yang mudah digunakan, mulai dari memilih font, memasukkan foto, sampai mengganti warna dan ukuran tulisan.
Bagian terakhir dan paling menantang adalah membuat flyer usaha Kalamai Pulut Hitam Azila. Saya ingin memasukkan informasi yang cukup lengkap tanpa membuat tampilannya terlalu padat. Di flyer tersebut, saya tulis varian produk (pulut hitam & putih), nomor kontak dan alamat peoduksi. Saya juga menyisipkan gambar Rumah Gadang sebagai ciri khas Minangkabau. Dengan bantuan template Canva, semua terasa lebih gampang dan hasilnya terlihat rapi meskipun saya baru pertama kali mencoba.
Dari pelatihan ini, saya jadi tahu bahwa membuat konten digital ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Selama ini saya pikir promosi usaha harus diserahkan ke orang lain yang ahli desain. Tapi ternyata, dengan belajar sedikit demi sedikit dan memanfaatkan aplikasi gratis seperti Canva, saya bisa mulai mengelola promosi usaha sendiri.
Yang paling menyenangkan dari pengalaman ini adalah saya bisa lebih dekat dengan usaha keluarga. Saya merasa lebih terlibat dan punya andil dalam mengenalkan produk tradisional seperti kalamai ke masyarakat luas lewat media sosial.
Semoga ke depan saya bisa terus belajar, bukan hanya desain, tapi juga strategi pemasaran online lainnya. Dengan modal semangat dan sedikit kreativitas, saya yakin Kalamai Azila bisa makin dikenal dan diminati, tidak hanya oleh orang Minang, tapi juga oleh banyak orang di luar sana.




